Sabtu, 22 Agustus 2009

Si...



Aku di tengah gelap malam. Tanpa inspirasi, tanpa keunikan. Kata orang sih “mati gaya”

Ha-ha-ha

Terkadang aku tertawa sinis pada diriku ini. apakah aku? Berada di tengah dingin malam tak ingin pulang? Tak ada tujuan seakan tak punya kerjaan.

Yah…

Aku punya kerjaan.

Semestinya aku kembali ke rumah saat ini. tak peduli yang ada di sana. Apakah itu? Sesosok besar hitam legam. Aku membencinya! Aku tak suka didekatkan padanya. Dia hanya berjalan dengan bentuk kepolosannya. Tanpa mengerti arah tujuannya. Oke! Itu pendapatku. Tapi, bukan berarti aku sirik padanya! “not! Of course” yah.. itulah kata-kata yang kupelajari ketika mencuri-curi dengar kak ryama belajar dengan sesorang yang kukenal. Tapi, sekarang aku tak peduli. Memang apa urusanya? Hah. Tak ada hubungannya denganku “tentu” sejak nenek moyang kami pun, kami tak akur.

“kcipak kcipuk”

“ah!”

Tak adakah seorangpun melihat keberadaanku disini? Manis dan juga mempesona. Kenapa bisa-bisanya mereka melewati ku begitu saja. Eh? Aku baru menyadari! Genangan air saja tak mereka hiraukan… apalagi aku? Eh? Aku salah ya? masa aku menyamakan diriku sendiri dengan sebuah genangan air? Hal yang aneh bahkan untuk tidak diakui.

Aku berjalan saja. Tak ada gunanya aku di sini.

Sesekali aku melihat cahaya mobil lalu lalang di hadapanku. Cahaya nya kunjung menyilaukan mataku. Sekejap, aku berharap ada yang datang menjemputku. Tapi, kubantah itu… “tak mungkin! Tak mungkin ada yang menjemput! Mereka sudah terpesona dengan kedatangannya”. Tapi aku tak bisa mengungkiri aku RINDU! Andai kamus yang kumiliki lebih lengkap. Maka akan kukatakan pada mereka “lihatlah aku di sini.. lebih menawan dan anggun dari padanya, lebih menarik dan manis dari padanya… mengapa kalian begitu suka melihat keadaannya?” hah,,, andai saja mereka mengerti perasaanku.

Aku ingin mengatakan pada mereka gelisah hatiku

Aku lelah dengan apa yang ada. Setiap aku bicara tak ada yang mau mendengarkanku. Setiap aku bercerita tak ada yang mau menggubrisku. Setiap aku bahagia, tak ada yang paham pada ucapku. “apakah aku begitu tak berarti di mata mereka hingga melakukan semua itu?”, pikirku.

Aku terus berjalan, dan masih berjalan. Aku adalah sosok yang tak punya tujuan. Berharap ada yang melirik kemari dan menyadari kemenawanannya diriku. Setidaknya aku tetap berterima kasih pada mereka yang masih mendandaniku, hingga aku keluar rumah tadi siang. Keluar rumah melewati jalan berkerikil tajam. Rintangan dan perlikuan harus kulewati. Apa mungkin ini yang dinamakan hidup yang “liar”. Tak sedikitpun kumembayangkan hal tersebut ketika ku di rumah.

Sekarang, lagi-lagi aku melihat. Sosok seperti apakah yang lebih disayang oleh mereka semua! Aku semakin kesal. Aku memang kecil! tapi setidaknya, sadarilah keberadaanku di sini. Terima kasih dan sampai jumpa untuknya. Mereka benar-benar tidak mencariku! Apakah harus aku menghadang di tengah jalan agar aku pergi saja ke dunia lain?

Hah.. kurasa itu ide bodoh. Sekarang aku benar-benar lapar dan rindu rumah, hingga kukatakan pada diriku sendiri “seandainya mereka tetap dengannya,mahluk hitam besar, dan selalu berkesah dengan juluran lidahnya, dan juga tetapi tetap mempedulikanku, dan mencariku untuk datang menjemputku, maka aku akan pulang menikmati makan malam, dan kasih sayang mereka walaupun terbagi”

“…….” , aku seperti mendengar ada yang memanggilku. Kukira itu nadia. Tapi, tak mungkin. Dia sudah asik dengannya, si hitam sok gagah berkaki empat!. “….si….”, hah? “si?” apakah itu yang dimaksud adalah diriku???

Sekali lagi aku berusaha mendengar… ternyata yang dipanggil adalah

“puuusssiiii!!!”

hah? Pusi? Memanggil seekor kucing dong? Aduuuh.!

Kalau begitu, yang dipanggil memang diriku!!!!!



Nurul

19 Juni 2009

Jakarta,

17:27 WIB

5 comments:

ry mengatakan...

lucu.. hihiii...
awalnya w gak pahma pas lw sebut mahluk sesosok hitam legam..
tp langsung ngakak waktu kelaur kata2 pusii..
hahaha..
nice...

ndha mengatakan...

wah.. kak,,
ceritanya luccu, keren...
awalnya bikin penasaran,,
eh, ternyata kucing toh, wkwkkw
ceritanya bener² sulit di tebak ^^

Nurul *Sora* mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

lucu kak XD .
ga nyangka tokoh utamanya kucing .
pussii nya cemburu haha .
nice :-bd .

Nurul Fitri Sora mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

Mohon kritik & sarannya yang membangun...
jangan menjatuhkan, ataupun semacamnya.
Terima kasih atas partisipasinya ^^

Related Posts with Thumbnails