"buaya darat"
"dasar kau memang buaya!"
======
di sisi lain
"teladanilah sang buaya", tertulis di salah satu kertas souvenir pernikahan yang saya dapatkan dari pernikahan sepupu saya, beberapa tahun yang lalu.
Lantas, sebenarnya sikap apa yang harus diteladani dari buaya ini? bukankah, buaya ini adalah bentuk dari "kambing hitam" para manusia yang "kesal dengan pacarnya", "diselingkuhi?", dan lain-lain sebagainya dan seterusnya. (?)
Hei hei.. mengapa kalian begitu menghardik sang buaya tersebut?
Tahukah kalian, bahwa buaya ketika sedang melakukan proses reproduksi, atau sedang melakukan proses "penambahan keturunan" , dia tidak pernah menampakkannya seperti hewan lain.. sebut saja kucing misalnya, yang dapat kita lihat mungkin "kawin dimana saja", atau sebut saja manusia.. yang dengan hebat dan bangganya menampilkan kemesraan di muka publik? melakukan perlakuan-perlakuan yang menuju "zina" dengan bangga dan angkuhnya.
Seekor buaya biasanya jika sedang melakukan proses reproduksi, dan ternyata seketika ada mahluk lain datang dan dapat melihat apa yang akan hendak ia lakukan, maka buaya itu akan mengusirnya sejauh mungkin, setidaknya sampai tidak akan ada mahluk lain yang dapat melihat apa yang akan diperbuatnya.
Jadi, siapa sebenarnya yang lebih baik. Buaya kah?atau tindakan manusia tersebut?
Buaya saja, yang paling sering dihardik manusia dan dikambing hitamkan ternyata masih memiliki malu, memiliki moral yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Lantas, mengapa manusia yang jelas-jelas diciptakan Tuhan dengan hati, pikiran, dan AKAL. tetapi sayang... jarang dari "mereka" yang mau memakainya.
Mengapa?
mengapa kalian tidak mau meneladani bahkan sang buaya tersebut. yang paling sering kalian hardik? yang bahkan ternyata memiliki moral mungkin saja jauh lebih baik dari kalian?
(*ps: kritik dan saran dipersilahkan
++semoga kalian tidak termasuk orang-orang yang moralnya tidak lebih baik dari sang buaya :) setidaknya, mari kita belajar dan meneladani sikap moral baik sang buaya
Kamis, 26 Agustus 2010
Moral sang buaya (?)
Sabtu, 24 Juli 2010
Jadi orang "kaya"

Kaya? Siapa yang tidak mau dikatakan “kaya”? rasanya, hampir semua orang menginginkan demikian [walaupun saya yakin, yang tidak juga banyak]
Tetapi, kaya yang bagaimana yang akan saya bahas disini? Tentu bukan kaya materi yang sombong dan lain hal sebagainya. Makanya, “kaya” itu sangat mudah.
Coba saja.. sebelumnya kita harus melakukan hal-hal ini
1. tidak boros dan banyak tabungan [orang yang kaya, adalah orang yang memiliki lebih banyak income dibanding outcome? Adalagi.. orang yang kaya adalah mereka yang banyak memiliki tabungan dibandingkan pengeluaran]
2. bersedekahlah sebagian hartamu [jangan bertindak sebagai orang miskin yang tidak mampu menyisihkan bahkan uang sekecil apapun untuk bersedekah. Bertingkahlah sebagai orang yang kaya materi maupun moral]
3. cintailah produk negeri [apa hubungannya? Maksud saya, utamakanlah produk negeri dibandingkan gengsi dan egoisme konsumerisme anda dengan hanya mementingkan “merk” cintailah produk negeri, sampai mereka terkenal di dunia seperti Batik]
4. visit Indonesia [lho? Apa lagi hubungannya? Tentu ada… berwisata keluar negeri tentu jauh lebih mahal dibandingkan wisata lokal. Masih banyak sekali lokasi indah di Indonesia, seperti Bali, kepulauan seribu, taman laut bunaken, taman safari ragunan, dan bahkan banyak tempat lain. Sampai-sampai banyak “wisata asing” di negeri ini.. misalnya wisata di Little Venice, yang merupakan banyak potongan dunia disini] ++bule saja lebih murah dan lebih memilih berwisata ke Indonesia, masa kita tidak?
5. punyailah harga diri [maksudnya? Maksud saya, janganlah kamu memiliki mental miskin dan pecundang. Mau dibayar demi kelakuan/tindakan yang merugikan orang lain, apalagi bangsa dan Negara. Janganlah kamu mau menyenangkan mereka para pecundang Negara ini yang memberi bayaran ketika kamu berdemo maupun berunjuk rasa ataupun ‘terpaksa’ memilih suatu golongan ketika pemilu. Dan janganlah kamu menjadi pecundang ketika kamu mau berkorupsi apalagi mencuri]
6. pilihlah makanan bergizi dibandingkan makanan “modern” (?) [ya.. kata orang sehat itu mahal? Padahal tidak, makanan sehat akan jauh lebih murah jika kita pikirkan. Yang mahal.. justru mereka bahan-bahan konsumsi tidak sehat dan “cepat saji”]
7. beribadahlah sesuai ajaran Tuhanmu [janganlah kamu sesat di dalam dunia, dengan miskinnya iman. Padahal hidup sebenarnya ada di akhirat. Dan bertindaklah sebaik-baiknya. Janganlah kamu menjadi buta dan miskin dalam segala hal, karena orang yang taat beragama adalah mereka yang kaya, dalam hal yang baik]
8. bertindaklah seperti Tuan Rumah di Negeri sendiri [maksudnya? Kalian.. berbanggalah dengan status kalian sebagai warga Negara ini. Jangan kalian jauh lebih membanggakan Negara orang lain. Sehingga mereka justru mencibir kita, dengan mereka jauh lebih mencintai kebudayaan kita dibandingkan kita sendiri]
Jadi, masuk golongan manakah kalian? Kaya/miskin?
Saya harap, kalian masuk golongan mereka yang “kaya” bukan secara materi saja. Tetapi secara moral, mental, maupun harga diri.
Terima kasih
--kritik dan saran dipersilahkan--
Selengkapnya...
Rabu, 14 Juli 2010
Penyesalan itu selalu datang di akhir, kalau di awal itu namanya “kesadaran”
Yap. Para bloggers, hari ini saya ingin sedikit berbagi cerita, mengenai curhatan yang semoga dapat memberi masukan bagi kawan semua.
Beberapa posting lalu saya memosting sejenis artikel “sindiran” dengan model monolog, dan sebagainya. Ada juga yang saya posting murni cerpen. Tapi kali ini saya ingin mengajak para bloggers untuk sedikit “berkomunikasi” dengan saya.
Yap, tema hari ini adalah “penyesalan” atau “kesadaran” (?)
Mengapa saya angkat tema ini? Sebenarnya, karena hari ini saya dibagikan KHS [Kartu Hasil Studi] di kampus saya. Jadi, tadi siang-siang sepulang saya ada kelas, saya mengambil KHS tersebut setelah menunggu teman saya berkumpul. Ketika semua teman saya meyakinkan hasil saya bagus, saya pun memberanikan diri membuka map yang telah saya ambil. Dan voila! Saya berhasil sangat terkejut. Mengapa? Ya.. hasil saya ini begitu mencengangkan. IP saya merosot. Haha, bukan berita baik memang. Tapi, walaupun begitu saya masih mensyukuri kalau hasil IPK saya masih berada di atas angka 3 [angka 3 dalam Indeks Prestasi itu masuk dalam golongan “sangat memuaskan”]
Hmmm. Baiklah, apa yang saya lakukan? Spontan saya menangisi 2 angka “C” disana T.T dan satu angka “D” T.T sungguh sangat menyesali. Tapi? Inikah yang namanya penyesalan? Ataukah ini namanya “kesadaran”? sebagian orang tentu mengatakan ini adalah “penyesalan” karena penyesalan selalu datang di akhir. Tapi bagi saya ini justru “kesadaran” untuk saya. Dimana saya semester lima, yaitu semester depan saya harus meningkatkan prestasi belajar saya. [semoga saja prestasi belajar saya bisa kembali menjadi semester 1]
BTT [back to topic] kembali ke dalam kata penyesalan dan kesadaran.
Yah.. penyesalan selalu datang terlambat , tentu kalian semua sangat sering mendengarnya. Yah.. kalau datang di awal itu namanya baru “kesadaran”. Lalu, mengapa saya bilang KHS saya tadi bukan harus saya sadari, bukan saya “sesali”. Karena, penyesalan itu adalah bentuk respon negatif dari 'hasil akhir' dari segala perilaku kita yang tidak baik di masa lalu. Dengan kata ini banyak orang menganggap “dengan penyesalan tidak ada yang bisa diperbaiki, semuanya sudah hancur” dan lain hal lagi. Berbeda dengan kesadaran, kesadaran pasti dapat memacu kita untuk menjadi lebih baik. Dimana masih banyak kesempatan lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. [ingat.. kesadaran itu adalah kondisi kita mengetahui kesalahan kita di masa lalu dan tidak boleh kita ulangi di masa depan, dan kita harus merubah kesalahan itu menjadi kebaikan]
Maka dari itu, walaupun KHS saya ini adalah hasil akhir dari semester sekarang, saya terus berharap [dan berusaha tentunya!] untuk meningkatkan lagi hasil ini menjadi masuk kategori yang terbaik [amin]. Karena, hasil hari ini bukan akhir dari segalanya. Justru hasil hari ini, adalah pemacu saya untuk lebih berusaha dalam kondisi apapun. Karena bermalas-malasan, dan “main-main” dalam mengerjakan sesuatu [termasuk “menggampangkan masalah”] tentu bukan hal yang bijak. Jadi, keep positive thinking and do your best tomorrow. Agar semuanya menjadi baik. Dan menjadi kesadaran yang sesungguhnya. Jangan sampai menjadi penyesalan. Karena harus kalian ketahui, dibalik sesuatu yang terkadang kalian anggap “penyesalan” terkadang hal itu bukanlah penyesalan sesungguhnya, ketika kita sadari ada kesempatan di masa depan untuk “merubahnya” menjadi lebih baik.
--Jadi, sadarilah suatu kesalahan yang pernah ada, sebelum kesadaran itu berubah menjadi sebuah penyesalan.--
++ dan untuk sekedar tambahan, masih berkaitan dengan beberapa posting saya sebelumnya. Negara Indonesia masih dan selalu ada di antara kita dengan sejuta kekayaannya. Dengan sejuta keindahan dan kebaikannya. Jangan kita selalu mengingat hal buruk dan keburukkannya selalu. Jangan kita selalu mengumbar kejelekan Negara ini sehingga membuat kita apatis dalam menyelesaikan masalah yang ada di Negeri ini. Jangan sampai segala sesuatunya menjadi “penyesalan” seperti yang saya katakan di atas. Teruslah berusaha sadar.. bahwa Negeri ini sangat indah dengan sejuta kekayaannya. Masih terlalu banyak kesempatan untuk mengubah Negeri ini menjadi sangat indah dan maju. Semangatlah kawan jika Negeri ini bahagia, maka itu adalah kebahagiaan kita juga. Bukan orang lain.
kritik, saran, dan segala komentar diterima [dimohon jangan menjatuhkan tapi ya]. Silahkan kirim pendapat kalian apapun mengenai post ini dan isinya. Terima kasih sobat semuanya.
Sabtu, 10 Juli 2010
Tangisan anak Negeri
Lagi-lagi tangis ini pecah. Pecah dalam hati, tidak kuperlihatkan. Tangisan teraneh yang pernah kurasakan adalah tangisan seperti ini. Tangisan dimana aku tidak mengetahui mengapa kumenangis. Tangisan yang tidak kuketahui apa sebab asal muasal perasaan ini.
Jadi..
“perasaan apa ini sesungguhnya”, tanyaku berulang kali terhadap diriku sendiri.
“tak tau..”, kuberusaha menjawab tanya itu sendiri.
Aku selalu mencoba mencari asal muasal dari mana perasaan ini. Apa ini?
Kusadari, seharian ini aku tertawa bahagia. Berusaha menenggelamkan segala perasaan ini. Aku rasa aku berhasil. Tetapi? Apa daya? Perasaanku tetap tak bisa kukendalikan. Rasanya dia selalu mau mengacaukan air mata ini yang dari tadi berlomba hendak keluar, tetapi kutarik kutahan agar dia tidak mau menetes ke bumi.
Aku terdiam… mengingat sesuatu yang mungkin menyebabkan perasaan ini.
Tapi kusadari, bukan itu. Kucari, kucari.. dan tetap kucari..
Dari mana perasaan itu?!
Dan tetap tak kuketahui.
Aku ingin menangis.. atas sesuatu yang tidak sedang bersedih.
Aku ingin dengan alasan yang tak kuketahui
Aku ingin menangis, bercucuran air mata, dengan alasan, sesuatu, dan apapun yang berhubungan dengan itu yang bahkan tidak dapat kuperkirakan dan tidak dapat kucari tau. Padahal, ini adalah diriku. Mengapa? Sungguh.. aku sangat tidak tau.
Ataukah..
Mungkin mata, dan segala inderaku memang tidak merasakannya, tidak menyadarinya. Tetapi sebenarnya, aku sedang menangisi apa yang terjadi pada negeri ini? Segala tangisan orang lain dapat kudengar tidak melalui telinga, segala rasa iba yang dapat kulihat bukan dengan kedua bola mataku, segala rasa empati yang hadir bukan dengan indera perasaku. Tetapi hadir dengan segala perasaanku dari hati. Rasa.. ingin menangisi.. apa yang sedang terjadi di Negara ini.
Dimana orang tidak lagi peduli kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.. tetapi mereka justru berusaha berlomba untuk kejayaan mereka sendiri. Dengan menyiksa mereka yang lemah, mengambil hak mereka, bahkan juga “menggunakan” mereka untuk menjadikan mereka alat dimana mereka dapat saling berebut kekuasaan.
Dan mungkin…
Itulah asal muasal tangisan ini.
Tangisan, anak Negri
Ps:
1. mereka yang tidak peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan = mereka yang mampu tapi “belagak miskin” karena mereka bahkan tidak memiliki sebagian harta yang dapat disedeahkan
2. berlomba mencari kejayaan = mereka yang berlomba mencari kebahagiaan dengan kesedihan, dengan mengambil hak orang lain. Dan bahkan sedang menyiksa batin dan fisik mereka yang telah terdzalimi.
3. “menggunakan” mereka sebagai “alat” = mereka yang membujuk banyak orang untuk ikutan menjatuhkan kekuasaan, mereka berkata untuk kejayaan. Padahal, mereka sedang berusaha menjatuhkan kekuasaan untuk kepentingan mereka. Dan andaikan mereka berhasil mereka tetap akan atau semakin menyiksa mereka, yang telah dijadikan “alat” dengan bahkan bayaran uang 100rb? 50rb? Atau bahkan 10rb?
Semoga kalian menjadi orang yang menangisi kepedihan perihnya “mereka yang tersakiti di Negri ini”, bukan menjadi mereka yang mau diperalat. Atau bahkan, mereka yang memperalat.
Rabu, 28 April 2010
Pilih: ikan kecil di Laut besar ikan besar di danau kecil ?

Yap.. bloggers.. saya ingin menyampaikan satu hal ini yang sebenarnya sudah lama sekali saya pikirkan. Tiba-tiba beberapa waktu lalu saya mengingat hal inikembali. [sebenarnya karena lagi-lagi ingat salah satu postingan. hehe]
Hmmm.. berikut penjelasannya:
Sekali lagi: Lebih baik mana? menjadi ikan kecil di laut besar atau ikan besar di danau kecil?
Terkadang melihat pertanyaan ini kita dapat mengingat mengenai pertanyaan: "menjadi ikan besar di laut besar, atau ikan besar di danau kecil?"
Kalau pertanyaan seperti itu terkadang kita sangat mudah menjawabnya, yaitu "ikan besar di laut besar" yang kalau difilosofikan menjadi pemimpin sesuatu yang besar di dunia.
tapi jika resikonya seperti pertanyaan utama saya?
1. ikan kecil di laut besar.
Tempatnya memang luas, tetapi kita hanya menjadi sesuatu yang kecil. Karena bagaimanapun ikan yang jenisnya kecil di lautan tidak akan menjadi besar walaupun ia berusaha banyak makan [misalnya]
Hal tersebut menjadi pertimbangan... kita bisa berada di tempat luas.. seperti lautan. Tetapi hanya menjadi hal yang kecil? untuk apa?
dan pilihan kedua:
2. ikan besar di danau kecil
Tempatnya memang kecil, dan sangat terbatas.. apalagi dibandingkan dengan lautan yang sangat luas. Tetapi, kita bisa menjadi sesuatu yang besar. Berkuasa diantara ikan-ikan yang lainnya. Walaupun.. lagi-lagi pikiran manusiawi kita keluar "untuk apa menjadi yang besar di suatu yang kecil?"
Yap. inilah permasalahannya. Sebagai manusia.. jika kita mempunyai pilihan seperti itu. Mana yang akan kita pilih? Menjadi sesuatu yang kecil? atau sesuatu yang besar?
Walaupun secara harfiahnya hal tersebut keduanya sama. Coba lihat:
ikan kecil di laut = ikan besar di danau
mengapa?
karena, sesuai ukuran tempatnya.. sesuatu yang besar di danau bisa saja langsung menjadi hal yang sangat kecil di lautan yang sangat luas.
Berarti, jika dihubungkan dengan manusia.. posisi ikan tersebut sama dengan manusia. Dimana ia harus memilih.. menjadi yang mana? di mana?
Tetapi, jika kita bisa bijaksana dalam memilih.,. seharusnya kita memilih "menjadi ikan kecil di danau besar" dimana seekor ikan dapat menguasai keadaan, berada pada porsinya yang terbaik. Kemungkinan bertahan hidup lebih besar.
Bukan seperti ikan kecil di laut besar. Dimana kemungkinan hidup sangat kecil, suatu saat dia bisa saja dimakan ikan besar kapanpun. Sehingga kemungkinan bertahan hidupnya amat sangat minim.
Dan jika difilosofikan dengan manusia. Ikan saya samakan dengan Petani handal.
Dimana dia akan besar, maju.. dan juga hidup jika tetap berada di desa kecil.. memajukan segi pertanian. Sedangkan jika ia di kota? dia tidak punya keahlian apapun di kota, kemungkinan hidupnya kecil. Segi pertanian pun? tidak jadi maju...
Jadi intinya:
Kita harus pintar memilih dan menempatkan hidup kita. Menempatkan hidup kita di tempat kita terbaik, dimana kita bisa bertahan hidup. Bukan justru memaksakan kehendak.. ingin berada di tempat yang sepertinya "bagus, baik.. besar" padahal? kita hanya membohongi diri. Dimana tidak bisa hidup lebih baik, dimana tidak bisa bertahan hidup. Dan akan menjadi kecil selamanya. Karena memaksakan sesuatu yang "bukan pada tempatnya"
Demikian :)
*saya melihat dari segi perumpamaan. dan filosofi yang saya pikirkan*
Kritik dan Saran... dipersilahkan
Selengkapnya...
Jumat, 16 April 2010
Sahabat, kawan, atau musuh (?!)

Beberapa lalu, ketika saya sedang menjelajah situs yahoo! answers, saya menemukan yang menurut saya lumayan menarik di dalam kategori "Teman".
Singkat cerita, sebenarnya saya adalah user yahoo! answers yang sering menjawab dan memposting pertanyaan di kategori: Komik dan Animasi.
Tetapi, pada waktu itu saya sedang mencoba kategori-kategori lain. Kategori lainnya yang sering saya kunjungi adalah: Perguruan Tinggi, Teman, dan juga Berita dan Peristiwa.
Back To topic,..
Mengenai postingan yang saya temukan di kategori tersebut, adalah: http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AlSgfhDz23guAYD02Q3.yf6gRAx.;_ylv=3?qid=20100406224250AAl6TCa&show=7#profile-info-nn3SkrANaa
Di dalam posting tersebut, saya menemukan topik menarik. Yaitu mengenai masalah yang umum ditemukan dalam hubungan pertemanan. Dimana sebuah kelompok pertemanan yang sering kita dengar dengan sebutan "gank" menjadi polemik, antara mereka itu adalah "sahabat" "kawan" atau justru "musuh" (?!)
Mengapa saya berkata demikian?
Itu didasari relaita yang ada. Setelah bertahun-tahun saya mengalami berbagai macam hubungan pertemanan, dan mencoba mengamati satu persatu dari jenis hubungan pertemanan yang ada. Dimana dalam "gank" tersebut, tak selamanya "indah" dimana sering kumpul berasama, sering tertawa, jalan, sharing, dan seperti "ringan tanpa beban". Padahal, dibalik itu semua... yah, mungkin salah satu dari para blogger di sini tahu.. bahwa mungkin itu memang hanya "tampilan luar" saja, karena dibalik itu semua masih banyak hal yang "palsu" hal yang juga menyakitkan. Dimana, terkadang teman satu gank kita sendiri entah sengaja maupun tidak sengaja menjatuhkan satu sama lain di dalam kelompok tersebut.
Seperti misalnya: membicarakan keburukan dan sebagainya (di belakang).
Secara idealnya, seharusnya yang namanya teman, apalagi sahabat tidak boleh berlaku sedemikian. Dimana satu sama lain bukannya saling mendukung malah terkadang menyakiti hati yang lainnya. Dan hal tersebutlah, yang terkadang menimbulkan keretakan keretakan dalam hubungan pertemanan. Mengapa? karena, yang seharusnya hal seperti itu bukanlah hal untuk diperbincangkan dibelakang yang bersangkutan, tetapi seharusnya dibawa sharing.. bukan secara sindiran atau semacamnya, bicaralah langsung, perlahan, berusaha dengan intonasi nada yang lembut, agar tidak menyakiti hati kawan kita sendiri :)
Lalu, bagaimana dengan kasus yang sudah-sudah? mengenai dalam hubungan pertemanan justru saling menjatuhkan? mereka masuk ke golongan manakah? Sahabat, Teman, atau justru musuh?
Hanya kita sendiri sebagai teman mereka yang dapat menilai.
Saya berikan beberapa pendapat saya mengenai pertemanan dan persahabatan tersebut:
teman menurut saya, ada:
1. teman baik (dimana seseorang/lebih yang kita kenal sebagai teman ini, *bisa teman sekelas, teman sejawat, atau semacamnya* selalu bersikap baik kepada kita, tetapi dia bisa saja dekat, atau justru tidak begitu dekat dengan kita)
2. teman dekat (seseorang/lebih yang kita kenal sebagai teman, yang selalu menemani kita kemanapun, tempat kita sharing berbagai macam cerita, mengeluh dan berbagi) --->hal yang paling sulit untuk dibedakan adalah: teman dekat dan sahabat.
3. teman main (seseorang/lebih, dimana kita sering menghabiskan waktu bersama di sebuah/hanya beberapa kesempatan, untuk berbincang-bincang, sekedar bercanda bersama, dan membicarakan obrolan-obrolan ringan, tanpa ikatan rasa "sayang sebagai teman", hanya cukup teman main)
dan, sahabat: dimana seorang sahabat, selalu membela temannya, berlaku baik, setia, tidak akan pernah menyakiti temannya, selalu berlaku untuk yang terbaik bagi sahabatnya, dan tidak akan pernah sedikitpun terlintas untuk mengkhianatinya apalagi membuangnya suatu hari nanti.
Lalu, dalam kondisi faktualnya, bagaimana pengaplikasian "pendapat" saya ini?
seperti ini, kurang lebih:
1. jika teman2mu itu hanya membicarakan kejelekan teman yang hadir itu, tanpa menginginkan kejelekannya berubah menjadi baik, dan hanya mentertawakan kejelekannya di belakangnya, dan tanpa ada yang membela satupun temanmu yang tidak hadir itu,dan sikap mereka setelah membicarakan teman yang tidak hadir itu ketika bertemu tidak berubah menjadi tidak baik, mereka masuk ke dalam "teman dekat" tetapi, jika dipertahankan seperti itu.. bisa berubah menjadi "musuh dalam selimut"
2. jika teman2mu itu.. membicarakan kejelekan teman yang tidak hadir itu, mentertawakannya, tanpa menginginkan kejelekannya menjadi baik, tidak ada satupun yang membela, dan sikapnya sedikit berubah menjadi "lain" atau lebih "hambar" ketika bertemu, mereka hanyalah teman main.
3. jika teman2mu itu, membicarakan kejelekannya tanpa maksud mentertawai kejelekannya, dan mengharap temanmu itu bisa jadi lebih baik ke depannya, dan mencari solusi bersama bagaimana cara merubah sifat jeleknya tanpa menyinggung perasaannya, dan tetap mengingat segala kebaikan temanmu yang tidak hadir itu... mereka bisa digolongkan teman baik yang menuju sahabat. atau justru, sahabat sendiri..
karena yang dilakukan mereka bukanlah maksud "membicarakan kejelekannya" tetapi, bermaksud "mengubah kejelekan seorang teman tersebut menjadi lebih baik ke depannya" :)
*sesuai jawaban saya di dalam link saya di atas*
Jadi, bagaimana menurut kalian tentang pertemanan kalian?
Selengkapnya...
Kamis, 15 April 2010
NEWS

News, sebuah kata yang pastinya sangat tidak asing untuk di telinga kita.
Dimana arti kata dari news dalam Bahasa Indonesia adalah "berita", yaitu sesuatu yang mengabarkan fakta, ide, atau sesuatu yang baru yang benar-benar terjadi dan dibicarakan di di berbagai media dan penting untuk dikonsumsi orang banyak.
Tetapi, selebihnya apakah para bloggers mengetahui asal kata "news" ini? (semoga para bloggers sudah banyak yang tau, tapi banyak juga yang belum, agar info ini berguna)
Secara Etimologi "news" adalah..
News dikembangkan sebagai penggunaan khusus bentuk jamak dari "new" pada abad ke-14. Dalam Bahasa Inggris Pertengahan , kata ekuivalen adalah newes , seperti Perancis Nouvelles dan Jerman Neues . Pembangunan agak serupa ditemukan di setidaknya tiga bahasa Slavia ( Ceko , Slovakia dan Polandia ), di mana terdapat kata noviny ("berita"), yang dikembangkan dari kata NovĂ˝ ("baru").
Tetapi, sebuah etimologi rakyat menyatakan bahwa news adalah singkatan dari kata: North East West dan South (NEWS). Yang dapat ditangkap oleh penalaran kita menjadi "seluruh arah yang dihubungkan menjadi satu, dan akhirnya munculah banyak fakta yang menimbulkan berita"
Lalu, sebenarnya fakta manakah yang benar?
Beberapa menyatakan, bahwa news benar adanya dari singkatan kata "Utara,Timur, Barat, dan Selatan", tetapi baru saja saya menemukan fakta unik bahwa ternyata news justru bukan berasal dari singkatan nama 4 nama arah mata angin tersebut.
Sebelum saya membahas lebih lanjut masalah ini, saya teringat perkataan salah satu pembimbing tes TOEFL saya beberapa waktu lalu, dia mengatakan bahwa news adalah gabungan dari keempat nama mata angin tersebut. Sedangkan saya berpendapat bahwa news berasal dari kata "new" yang menjadikan suatu pembahasan yang "baru" yang kemudian disebarkan kepada khalayak luas dan menjadi suatu yang patut diperbincangkan (lho? kok jadi mirip slogan salah satu infotainment ya? hehe).
Balik ke topik:
Saya sempat kagum dengan asal kata NEWS tersebut yang berasal dari nama empat mata angin. Tetapi, fakta yang saya temukan baru saja justru mengatakan sebaliknya.
Bersumber dari link: http://www.snopes.com/language/acronyms/news.asp
Saya menarik kesimpulan, bahwa saya lah yang benar mengenai asal kata "news" tersebut dibanding pembimbing tes TOEFL saya.
Ternyata, kata news benar berasal dari kata "new" yang sebenarnya adalah kata sifat (bukan kata benda) tetapi dapat memiliki makna luas.
Jadi, kesimpulannya. Asal kata news ternyata bukanlah dari gabungan nama keempat nama mata angin, tetapi dari kata "new" yang berartikan "baru" yang didukung bukan hanya dari arti kata "new" dalam bahasa inggris sehingga memiliki fungsi jamak. Tetapi didukung pula oleh beberapa bahasa lain seperti Rusian, Polandia, dan France.
Selengkapnya...
Rabu, 14 April 2010
Internet dan Kehidupan
Tapi, saya sadari.. keinginan posting, keinginan menulis, semua mengalir seperti air. (Saya sadari hal ini ketika membaca Blog Putra Noveka sore tadi.
Internet... hmmm. apa sih sebenarnya internet tersebut?
Hasil yang baru saja saya dapatkan di id.wikipedia.org adalah:
Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputeryang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet
Hmm,,, mungkin pengertian yang saya dapatkan di atas "terlalu baku". Sedangkan, yang ingin saya bahas sekarang ini di sini sekarang adalah. "Apa arti internet bagi kalian dan kehidupan?"
Baru saja, saya menonton anime "Durarara!!!" yang saya nilai, di dalam anime tersebut memperlihatkan sisi pengaruh internet terhadap kehidupan yang sangat besar. Dimana sebuah koneksi kecil dapat mengubah tindak laku seseorang, sifat, dan bagaimana mereka hidup. Sungguh fungsi yang luar biasa..
Saya rasa, hal tersebut bukanlah hanya fiksi belaka. Saya perhatikan, tidak sedikit dari kita sudah kecanduan internet. Dimana bahkan seorang anak sd ketagihan memainkan facebook misalnya, ikut dalam berbagai jenis forum, belajar bersosialisasi, bahkan kita pergi "kemanapun" kita mau di dalam internet.
Dunia internet menjadi sangat dan semakin meluas. Hanya dengan "klik" kita bisa mengakses banyak hal.
Dapat melihat berbagai keindahan dunia, memesan segala macam hal secara online, bahkan juga mencari jodoh misalnya.
Internet.. hmm.. sekali lagi saya jadi ingin bertanya. Apa artinya?
jaringan ini begitu mempengaruhi kehidupan (termasuk saya pribadi). Membuat saya bertemu banyak teman di dalamnya, masalah, kesenangan, pusing, dan segala macamnya.
Kecanggihannya.. mempertemukan berbagai macam orang di tempat yang berbeda.. membuat mereka saling mengenal. Dan "hidup" di dunia internet.
Beberapa arti internet, dari yang saya perhatikan:
1. Internet sebagai ajang mencari jodoh
2. Internet sebagai ladang bisnis besar
3. Internet sebagai jalur yang memberikan kemudahan untuk hidup
4. Internet sebagai alat kita untuk mencari ilmu
5. Internet sebagai pelampiasan emosi
6. Internet sebgai jalan bersosialisasi, dan banyak hal lagi
dan,... kesekian... adalah:
Internet sebagai sebuah kehidupan bagi pemakainya.
Sadar atau tidak menyadari, setiap pemakai internet sudah jatuh ke dalam salah satu yang saya sebutkan di atas tadi. Entah dia hidup ataukah tidak hidup secara penuh di dunia maya ini.. mereka.. kalian.. dan saya.. yang pernah menggunakannya sudah menjadikan internet salah satu dari kehidupan.
Entah bagaimana kalian mengartikan kehidupan yang bagaimana. Hanya saja, saya ingin menegaskan suatu hal. Bahwa: semaya-maya nya dunia maya.. tidak selamanya yang ada di sini adalah "maya" mereka pun nyata. Nyata layaknya manusia yang sedang berbicara dengan manusia lain di dunia nyata, berinteraksi, berbisnis.. sama juga dengan tipuan.. penghinaan, dan lain sebagainya.. yang jelas tidak hanya dilakukan di dunia maya.. di dunia nyata pun mereka bisa melakukannya.
Justru, hal-hal seperti itulah yang membuat dunia maya ini menjadi begitu nyata. Sama seperti kehidupan kita biasanya. Dan bagaimana kehidupan "maya" ini kita pandang? tergantung dari kita menyikapinya. Baik buruknya. Untung Ruginya. Dan segala macam hal.
Dan juga... saya menambahkan, senyata nyata nya dunia nyata.. masih banyak hal yang maya.. palsu.. tidak kita ketahui keberadaannya. misterius...
Walaupun semua "Terlihat" tetapi, apa yang kita lihat belum tentu apa yang sebenarnya.
Dan, walaupun semua terlihat rumit.
Tetapi, itulah kehidupan... dengan ke maya-annya dan kenyataannya.
Rabu, 17 Februari 2010
*ternyata* kurang tidur menyebabkan kegemukan
Karena semakin banyak bukti menunjukkan bahwa kelelahan kronis akibat kurang tidur tidak hanya mempengaruhi kemampuan untuk beraktivitas dengan baik, tapi juga bisa mengakibatkan kelebihan berat badan.
Ini terbukti, sekitar 60 persen orang dewasa di Inggris mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyebabnya bukan karena makan berlebihan atau kurang olahraga melainkan akibat kurang tidur.
"Kami telah melakukan serangkaian studi antara berat badan dan tidur, kami juga mempelajari tingkat metabolisme," kata Dr. Shahrad Taheri, seorang konsultan ahli endokrinologi di Birmingham dari Rumah Sakit Jantung.
Para ilmuwan mengatakan kurang tidur dapat melipatgandakan risiko obesitas pada orang dewasa. "Kami menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam sering menjadi gemuk."
Dalam penelitian juga ditemukan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari empat jam per malam, 73 persen lebih mungkin untuk memperoleh kelebihan berat badan, sementara membatasi tidur dapat mengakibatkan nafsu makan bertambah sampai dengan 900 kalori ekstra per hari. Akibatnya hanya dalam 2 pekan saja, mungkin berat badan Anda mengalami kenaikan drastis.
“Kurang tidur bisa merangsang hormon untuk mengatur nafsu makan, "papar Dr Taheri. 'Ini mengarah pada tingkat lebih tinggi ghrelin, hormon yang memicu selera makan, dan menurunkan kadar leptin yang memberitahu tubuh Anda penuh."
Dalam 50 tahun terakhir, rata-rata kualitas tidur pada wanita dewasa semakin merosot. Rata-rata mereka tidur kurang dari 7 jam/malam.
Survei baru oleh Vitality mengungkapkan bahwa hanya 19 % dari orang dewasa menikmati tidur delapan jam penuh pada malam hari, sementara 16 % kurang dari enam jam.
Lebih dari setengah wanita mengalami insomnia atau kurang tidur karena merasa sangat lelah di tempat kerja dan pulang terlalu larut malam, sementara 59 persen perempuan di usia 30-an sering merasa 'lelah sepanjang waktu' sehingga sulit untuk tidur.
“Lupakan masalah Anda sejenak, dan cobalah beristirahat yang cukup. Karena bukan hanya obesitas yang bisa menyerang Anda jika kurang tidur, tapi juga rentan terserang diabetes dan berisiko terkena serangan jantung,” kata Taheri.
sumber: link
beberapa artikel pendukung lainnya:
~> link #1
~> link #2
~> link #3
Selengkapnya...
Selasa, 19 Januari 2010
Brownies,, #sejarah dan resep

Brownies, salah satu jenis santapan berupa kue yang tentu tak asing ditelinga kita bagi para pencinta kuliner terutama. Kue coklat yang terkadang dihiasi kacang almond di atasnya ini banyak menjadi kegemaran banyak orang dalam berbagai macam usia.
Brownies, merupakan kue coklat yang nikmat, dan nikmat ketika disajikan dingin maupun hangat. Ciri khas dari brownies itu sendiri adalah ciri khas rasa dan teksturnya yang berubah ketika didinginkan. Yaitu, berubah menjadi sedikit lebih keras, dan lebih manis rasanya.
Beberapa di atas adalah yang kita ketahui mengenai brownies pada umumnya. Tapi, tahukah kamu sejarah mengenai kue coklat nikmat yang sering disantap oleh khalayak ramai ini?
Berikut sedikit sejarahnya:
Beberapa dari kita mengetahui, bahwa brownies adalah "kue gagal" yang dihasilkan karena lupa mencampurkan baking powder ke dalam adonan kue coklat.
Tetapi.. kapan dan bagaimana sejarahnya..banyak dari kita yang belum mengetahuinya.
Beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa, brownies dibuat sekitar abad 20.
Walaupun dipanggang di atas loyang, tetapi brownies dimasukkan ke dalam kategori "bar cookie".
Nama brownies itu sendiripun lahir dari the deep brown of cookie. Yang dimungkinkan karena brownies memiliki warna coklat kehitaman.
Untuk sejarah brownies sendiri, terdapat beberapa versi yang terkenal. Seperti mitos pada legenda pada awal abad 20an misalnya. Yang menyatakan bahwa seorang koki keliru menumpahkan lelehan coklat ke batch biskuit, dan tidak punya cukup tepung ketika membuatnya. Dan ada pula versi yang dinyatakan dalam Betty Crocker's Baking Classics dan John Mariani's The Encyclopedia of American Food and Drink yang menceritakan bahwa ada seorang ibu rumah tangga di Banor, Manie yang lupa menambahkan baking powder ke kue coklat yang sedang diuatnya. Dan, ketika dia mendapatkan kue buatannya menjadi bantet dan tidka mengembang, iya tidak membuang kue tersebut. Melainkan justru memotongnya kemudian menyajikannya. Tapi sayang, cerita tersebut tidak kuat kebenarannya karena didapatkan dari buku resep di Bangor pada tahun 1912, enam tahun setelah resep brownies diterbitkan pada buku salah satu penulis resep terkenal dari Amerika yaitu Fannie Merritt.
Dikarenakan berbagai hal di atas, dimungkinkan "siapa penemu brownies sebenarnya" tidak mungkin diketahui. Tetapi, berbagai sumber mengatakan bahwa brownies ditemukan pada tahun 1897, di dalam buku masak Sears Robert Catalouge.
Tetapi, dibandingkan dengan berbagai yang dikatakan sumber, ada pula yang menyatakan bahwa brownies ditemukan pada tahun 1896 di Boston yang dicantumkan dalam buku resepnya.
Jadi, bagaimana sejarah brownies yang sebenarnya?
Hmm.. mungkin memang benar, belum diketahui sejarah pastinya bagaimana. Tetapi, telah diambil kesimpulan bahwa benar.. brownies yang selama ini kita kenal sebagai salah satu kue yang populer, adalah sesuatu yang timbul akibat "produk gagal", tetapi si pembuat tidak mau menyia-nyiakan makanan. Maka dari itu, timbullah kue coklat nikmat tersebut.
^^
Ingin mencoba membuatnya?
berikut cara2nya. sangat mudah!
dibutuhkan:
150gr gula
75gr cocoa bubuk
125gr tepung yang udah diayak
2butir telur
200 grm mentega
100gr almond cincang
1/2 sdt vanilli essence
cara:
1. Lelehkan mentega, gula pasir, dan vanila dengan api kecil, sampai hangat kuku
2. Tuang ke dalam wadah sedang, tambahkan telur 1 per 1 sambil di aduk
3. Masukan cocoa powder, aduk rata
4. Masukan tepung terigu dan kacang, aduk rata
5 Tuang ke dalam loyang brownies yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung terigu
6. Panggang kurang lebih 25 menit pada suhu 170 F
7. Tusuk dengan lidi. Apabila masih ada yang menempel pada lidi, panggang 5 menit lagi, dan seterusnya
8. Angkat, potong pada saat dingin
selamat mencoba....
Selengkapnya...
Selasa, 20 Oktober 2009
What's your personality?
Saya pernah mengambil kuis ini, dan hasilnya lumayan akurat. Yaitu:
Tipe Idealis Spontan adalah orang-orang kreatif, periang, dan berpikiran terbuka. Mereka penuh humor dan menularkan semangat menikmati hidup. Antusiasme dan semangat mereka yang menyala-nyala menginspirasi orang lain dan menghanyutkan mereka. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain dan sering memiliki intuisi yang jitu mengenai motivasi dan potensi orang lain. Tipe Idealis Spontan adalah pakar komunikasi dan penghibur berbakat yang sangat menyenangkan. Keriaan dan keragaman dijamin saat ada mereka. Namun demikian, kadang-kadang mereka terlalu impulsif saat berhubungan dengan orang lain dan dapat menyakiti orang tanpa bermaksud demikian, karena sifat mereka yang blak-blakan dan terkadang kritis.
Tipe kepribadian ini adalah pengamat yang tajam dan awas; mereka tidak akan ketinggalan satu kejadian pun di sekitar mereka. Dalam kasus ekstrem, mereka cenderung terlalu sensitif serta waspada berlebihan dan dalam hati siap melompat. Kehidupan bagi mereka adalah drama yang menggairahkan penuh keragaman emosi. Namun demikian, mereka cepat menjadi bosan ketika hal-hal terjadi berulang dan dibutuhkan terlalu banyak detail serta ketelitian. Kreativitas, daya khayal, dan orisinalitas mereka paling mudah dikenali ketika mengembangkan proyek atau ide baru – kemudian mereka menyerahkan seluruh pelaksanaan rincinya kepada orang lain. Secara singkat, tipe Idealis Spontan sangat bangga akan kemandiriannya, baik di dalam diri maupun yang tampak dari luar, dan tidak suka menerima peran bawahan. Oleh karena itu mereka memiliki masalah dengan hirarki dan otoritas.
Jika Anda memiliki tipe Idealis Spontan sebagai teman, Anda tidak akan pernah bosan; bersama mereka, Anda dapat menikmati kehidupan sebaik-baiknya dan merayakannya dengan pesta-pesta terbaik. Di saat bersamaan, mereka hangat, peka, penuh perhatian, dan selalu bersedia membantu. Jika seorang Idealis Spontan baru jatuh cinta, langit dipenuhi biola dan pasangan mereka akan dihujani perhatian dan kasih sayang. Tipe ini kemudian berlimpah dengan pesona, kelembutan, dan imajinasi. Namun, sayangnya, begitu kebaruan itu luntur dengan cepat akan membosankan bagi mereka. Kehidupan berpasangan sehari-hari yang membosankan tidak cocok untuk mereka sehingga banyak tipe Idealis Spontan keluar-masuk percintaan sesaat. Namun demikian, jika pasangannya bisa membuat rasa ingin tahu mereka tetap hidup dan tidak membiarkan rutinitas dan keakraban melanda, tipe Idealis Spontan dalam menjadi pasangan yang menginspirasi dan penuh kasih sayang.
Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: spontan, antusias, idealis, ekstrovert, teoritis, emosional, santai, ramah, optimis, memesona, suka membantu, mandiri, individualis, kreatif, dinamis, periang, humoris, penuh semangat hidup, imajinatif, mudah berubah, mudah menyesuaikan diri, setia, peka, menginspirasi, mudah bergaul, komunikatif, sulit ditebak, ingin tahu, terbuka, mudah tersinggung.
Lalu, masuk kategori manakah anda?
>check : http://www.ipersonic.com/id/test/ Selengkapnya...
Minggu, 06 September 2009
Serangan Jantung

Hmm. Serangan jantung.
Topik ini terkadang membuat kita berpikiran mengenai "dikagetkan" atau semacamnya. Tetapi, banyak fakta di belakangnya yang membuat ternyata "bukan seperti itu kenyataannya".
Sebenarnya, alasan saya pribadi memposting artikel mengenai topik ini sendiri adalah dikarenakan pengalaman yang baru aja dialami beberapa jam yang lalu.
Tiba-tiba aja (*gak pake bahasa baku dulu ya, soalnya mengandung sesi curhat*) gw ngerasa:
~deg-degan (jantung berdebar. *bukan hati yang berdebar-debar lho)
~keringetan (berkeringat tanpa sebab yang jelas *termasuk banyak)
~*jumat lalu* telapak tangan berkeringat
beberapa apa yang gw rasain di atas itu dikit banyak buat gw takut. Ngeri juga kena "jantung" hahaha. yah... akhirnya sambil ngalamin perasaan tadi, gw search di google soal "gejala serangan jantung"
pertama gw buka, langsung dari wikipedia. :
gw langsung nyari bagian "gejala serangan jantung"... nah. berikut isinya:
Gejala-gejala ini untuk setiap orang bisa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampaikolaps dan pingsan.
Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
~Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasilmetabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
~Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
~Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan
~Palpitasi (jantung berdebar-debar)
~Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
nah... abis baca itu. makin kaget + ngeri juga. hehe...
terus beneran. keringetnya makin deres ngucurnya (*kayak hujan ya? haha*)
alhasil gw mulai bilang ke nyokap soal ini. diinget mulai kapan gejala ini kejadian, setelah hari ************* lalu. tangan mulai berkeringat. Tapi, belum nunjukin gejala lainnya.
Akhirnya beberapa ****** lalu. Tepatnya sekitar ******* lalu, bener. Gw mulai deg deg an terus gak lama kemudian keringet yang terus terusan. Terasa panas banget udara... padahal cuma gw yang ngerasa.
Sampe puncaknya tadi. Gw deg-degan + keringet yang bercucuran gak berenti. Badan terasa panas. (bukan demam)
Sampe, nanya ke temen yang kuliah di FK, tapi.. ntah dc ntah apa. belum dibales juga. Wew.
Akhirnya, setelah diingat apa yang memungkinkan kejadian buat gw kepikiran (padahal sih gw sendiri gak nyadar kalo itu buat kepikiran). Akhirnya dibahas, terus ternyata bener. Gw masih punya rasa kesel sama kejadian itu. Akhirnya gw luapin. Udah mulai puas, keringet sama deg-deg an mulai berenti. Tapi tiba-tiba malah telapak tangan sama kaki yang jadi dingin (aduuuh. hari ini kemaren itu. >>kemaren, soalnya sekarang udah jam 3 pagi. pas ngerasain sekitar jam 8 ke atas malem)
pas coba dibahas lagi masalahnya, dan nemu titik terangnya. Akhirnya udah gak dingin lagi.
hehehe.
jadi, tips dari gw:
kalau punya masalah, coba ungkapin. jangan dipendem sendirian. Kalau mau marah ya marah aja. Andaikan nangis juga tangisin aja. jangan pernah mendem perasaan. Coba ungkapin... sampai lega. Maka, kamu akan merasakan.. seperti satu beban tertinggal. bener deh. let's try!
*maap juga tadi banyak yang di sensor (*******) hahaha. lol
Rr. Wahyu Nurul Fitri R
Rabu, 26 Agustus 2009
Indonesia Kecurian
Kemarin, banyak warga Negara Indonesia diributkan masalah negara sebrang yang mengklaim tari reog ponorogo, batik jawa, rendang dari padang. lagu rasa sayange. kemudian, yang terakhir masalah tari pendet dari Bali.
- Batik dari Jawa oleh Adidas
- Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
- Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
- Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
- Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
- Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
- Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
- Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
- Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
- Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
- Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
- Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
- Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
- Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
- Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
- Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
- Kain Ulos oleh Malaysia
- Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Tanyalah Pada dirimu
Selasa, 25 Agustus 2009
Penjiplak. eh.. Pencuri Budaya
Akhir - akhir ini ramai dibicarakan masalah "malaysia" karena permasalahan pencurian budaya Indonesia.
Dalam iklannya untuk "visit malaysia" negara tersebut sering kali menampilkan kebudayaan kebudayaan Indonesia, untuk dikomersilkan di negaranya. Tanpa dasar yang jelas, dia pun ingin mematenkan budaya Indonesia sebagai budaya mereka.
Pernyataan terakhir yang membuat warga Indonesia geram, adalah ketika negara tersebut mengiklankan "Tari pendet, Bali dan Wayang Kulit, Jawa tengah" menjadi bagian kebudayaan negara tersebut yang dapat dikomersilkan.
Ketika banyak warga negara Indonesia yang protes akan hal tersebut, negara itu pun berdalih "orang bali-nya sendiri yang menjadi warga negara malaysia. Lha? pernyataan yang sangat aneh bukan.
Sekarang kita berpikir logis saja. Apabila ada orang India yang menjadi WNI, apakah lantas kita mengaku2 bahwa berbagai kebudayaan India seperti lagu2nya, atau tarian2 khasnya, atau kain2 nya dan sebagainya menjadi bagian dari Indonesia? atau juga kita dapat berpikir sebaliknya, apabila warga negara Malaysia menjadi WNI, lantas.. apakah kita mengaku ngaku menara petronas itu milik kita? padahal jelas jelas ada di negara mereka?
sama saja bukan. dengan kebudayaan bali. yang jelas-jelas berasal dari pulau bali, dan masyarakat bali. lalu tiba-tiba diaku sampai ke negara sebrang. *non scene*! wahaha. sepertinya.. anak kecil juga bisa berfikir soal itu.
oiya, dari salah satu blog yang saya temukan di google, saya menemukan kata yang intinya "jika dunia tau, dan telah diakui UNESCO bahwa batik itu adalah asal indonesia, kenapa indonesia mesti ribut? apakah mereka takut dunia meragukan batik asal indonesia? dan beralih meyakini batik asal malaysia. dan, lalu apabila malaysia mencuri dari Indonesia, terus apa yang hilang"
jujur, kalimat di atas membuat saya sangat geram ~~". uuuf. memang sebagian orang sudah lelah pada masalah ini. tetapi, apabila tidak ada satu orang pun yang peduli terhadap masalah ini. lalu, siapa yang mau menjaga kebudayaan dan kekayaan kita?
*kembali ke topik*
kalimat yang diucapkan salah satu blogger malaysia di atas. OH.. tidak pernahkah dia BERFIKIR? adanya, segala keuntungan komersial yang didapatkan negaranya. adalah HASIL CURIAN? ataupun juga tak pernahkah dia berfikir, atau diajarkan di sekolahnya MENCURI itu artinya apa? ckckck...
ini urusan antar negara. bukan antar tetangga, atau perkawanan. masalah ini sebenarnya masalah besar. lantas, mengapa negara sebrang tersebut meremehkan masalah ini, kemudian seenaknya mengklaim kebudayaan negara lain.
tidakkah kalian ingat, hukum mencuri: di penjara. hukum mencuri menurut agama islam, yang ditetapkan di arab: dipotong tangan. lalu? apakah dengan mencuri kebudayaan negara lain, negara yang bersangkutan akan mendapatkan berkah? mendapatkan keuntungan. Maaf saja ya, itu semua semu. Itulah entah apa segala pemikiran pendek yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berfikir.
hahhaa... miris. kenapa bisa2nya timbul masalah seperti ini. Bahkan, masalah hak cipta sebuah lagu saja bisa dipermasalahkan sedemikian rupa. karena pengarang aslinya tak rela miliknya diaku oleh orang lain. Lalu? masalah kebudayaan. yang berada sejak beratus tahun lalu, mau dicuri? ckckck...
"yang punya siapa... yang mau ambil untung siapa... ckckck. bisa ya? menikmati keuntungan hasil yang bukan miliknya? ingat... pada ajaran agama saja diajarkan untuk tidak boleh mencuri? lantas, suatu negara... mencuri dari negara lain? haha. miris."
*maaf. bila ada salah2 kata. ini opini dan reaksi saya saja. Terima Kasih*
oleh: Rr. Wahyu Nurul Fitri R Selengkapnya...
Sabtu, 22 Agustus 2009
tayangan puasa
hohoho. kalo diperhatiin. tayangan2 bergenre "spesial puasa" itu dukung gak ya?





