Minggu, 23 Agustus 2009

winter di hatiku


dingin...


kurasakan sungguh dingin malam ini. Tak dapat aku merasakan sedikitpun kehangatan pada tubuh ini. ditambah lagi dengan segala kegelapan membuatku semakin saja merasa dingin.

ku mendengar suara dentingan lonceng jam besar. aku tak tau berasal dari mana suara itu. aku mencoba mengingat.
seingatku, tak punya satupun di rumahku jam yang mengeluarkan bunyi seperti itu.

.....
hening kembali seusai jam itu berdentang.
tak kudengar satupun suara lagi. sunyi senyap di sini.
tetapi yang aneh. kurasakan dingin semakin menghajar seluruh tubuhku. mulai merayap dari telapak kakiku hingga ke kepalaku.
sekarang mulai terdengar "alunan musik baru"
alunan musik. gigiku yang bergemerutup.

aku mulai mendekap badanku erat erat. kurasakan aku menggunakan mantel berbulu tebal.
kutarik selimut tempat tidurku itu. meringkuk badanku. guna menghangatkan tubuh.
sungguh dingin saat ini.
ditengah gelap aku bersenandung dengan gigiku yang saling beradu.

"tap.. tap..", aku mendengar suara langkah kaki dari kejauhan mulai mendekat.

"krek", aku juga mendengar. pintu dibuka.

aku kembali pura pura tertidur.
kupaksakan kakiku yang sudah terasa hampir membeku untuk lurus. lalu kuluruskan badanku agar terlentang menghadap ke atas. dan kupaksakan dekapan tanganku untuk terlepas.

"tap.. tap.. tap.. tap"

aku mendengar kembali suara langkah - langkah kaki. sekarang terasa semakin banyak saja suara tersebut.
dalam gelap, aku merasa sedikit takut. ditambah segala rasa dingin ini semakin saja membunuh sel sel dalam tubuhku. terkadang aku berpikir "apa mungkin sekarang bersalju?"
"ah tidak mungkin", bantahku sendiri.
segala impianku memang untuk melihat musim salju. tetapi,.. itu impian sia-sia.

kembali aku mendengarkan segala percakapan dalam gelap.
terdengar semuanya suram. rasanya, pendengaranku seperti tertutup kelam. pengelihatanku gelap.

sebenarnya dari tadi hendak kubertanya "ada apa ini?"
"dimana aku?"

tak sedikitpun ada jawaban. karena, sepertinya segala kataku tak kunjung bersua.

....
tiba-tiba. kurasakan genggaman hangat di tangan kanan ku. Genggaman tangan itu, satu-satunya yang hangat saat ini.
sekarang kurasakan, ada sepasang tangan menggenggam erat tanganku. dan mulai kurasakan tetes air di atasnya.

ingin ku bertanya kenapa?
tapi, yang keluar, hanya sebuah kata gagap dari bibirku, ".k..kn..knaap.. pp..pa?", sambil kubalas genggaman tangan hangat tersebut.

kumerasakan, genggaman itu semakin erat saja. dan sedikit menarik tanganku.
sekarang aku merasakan. benda dingin yang sepertinya berbentuk bulat menjuluri tubuhku.
lalu kumendengar lagi, berbagai suara orang berbicara. yang ku tak yakin sekumpulan kata-kata apakah itu.

terakhir, aku mendengar bisikan...
"na.. coba kamu gerakin apa saja bagian tubuh kamu yang bisa digerakin ya.. kalau kamu denger kata-kataku..."

aku tak tau itu instruksi siapa itu. tetapi, aku menggerakan seluruh tubuhku yang mulai membeku.

aku mendengar lagi suara sedikit jeritan seseorang. tak kuketahui siapa dia.
sepertinya, jeritan itu menandakan bahagia.
lalu, kudengar kembali suara bisikan... "na, kamu bisa denger instruksiku? bisa jawab gak? atau gak, apa kamu udah sadar?"

aku sekali lagi berkata, dengan berbisik sekarang.
"iya... aku dengar..."

"alhamdulillah", kali ini aku dengar satu kata utuh dari suara beberapa orang yang nampaknya ada di sekelilingku.

"ina.. saya coba buka perban di mata kamu ya?", ucap seorang lelaki yang berada tak jauh dari tempatku.
aku tak tahu siapa dia. tapi aku anggukkan saja pertanyaannya.

sekarang, aku dalam posisi duduk di tempat tidurku. masih dalam keadaan dingin.

kurasakan, ada tangan menjuluri kepalaku. seperti hendak melepas benda yang merekat di mata ku.
aku rasakan, longgaran lilitannya.
hingga sekarang... aku disuruh membuka mataku perlahan.

...............
buram.. tapi tampak cahaya menusuk mataku.

mataku menangkap beberapa potret bayangan beberapa orang berbaju putih. dan beberapa orang lainnya.

sekarang, kedua bola mataku bisa menangkap. potret Mita, sahabatku di sebelahku.

aku tersenyum padanya.

dia memelukku. erat sekali. sambil menangis. Ya. menangis. aku dapat mendengar isak tangisnya.
........................................................

hmmh.. aku tersadar dari lamunanku...
lamunan hari itu...
ketika hari pertama aku dapat melihat lagi.
*yang ternyata aku berada di negara salju, dengan bau obat di sekelilingnya, baru rumah sakit. dan juga negara dengan khas jam besarnya*

dan sekarang aku megingatnya...
dengan winter di sekelilingku. dan di hatiku.
ya, winter di hati...


yang membekukan segala rasa cintaku padanya.
siapa yang memberikanku sepasang bola mata indah ini...
agar aku dapat melihat lagi.
dengan sepucuk surat pula yang ditinggalkannya untukku.

isi surat ia akan menghilang dariku ketika aku bisa melihat warna dunia.
agar aku tak memaksakan mengembalikan bola mata ini padanya.

tapi, apa guna surat itu?
sampai padaku dalam kondisi berlumur darahnya.
dan dia.,,,
pergi.,
membekukan hatiku.
sebelum aku sempat menatapnya lagi.



Rr Wahyu Nurul Fitri R
23 Agustus 2009
2:00 am
Jakarta Selatan

2 comments:

ndha mengatakan...

Aiih,, suer kak, keren banget...
aq suka cerita ini.... ceritanya mengalir... :D

Nurul *Sora* mengatakan...

makasi ndhaaa :DD XD

Posting Komentar

Mohon kritik & sarannya yang membangun...
jangan menjatuhkan, ataupun semacamnya.
Terima kasih atas partisipasinya ^^

Related Posts with Thumbnails