Sabtu, 10 Juli 2010

Tangisan anak Negeri

Lagi-lagi tangis ini pecah. Pecah dalam hati, tidak kuperlihatkan. Tangisan teraneh yang pernah kurasakan adalah tangisan seperti ini. Tangisan dimana aku tidak mengetahui mengapa kumenangis. Tangisan yang tidak kuketahui apa sebab asal muasal perasaan ini.

Jadi..

“perasaan apa ini sesungguhnya”, tanyaku berulang kali terhadap diriku sendiri.
“tak tau..”, kuberusaha menjawab tanya itu sendiri.

Aku selalu mencoba mencari asal muasal dari mana perasaan ini. Apa ini?

Kusadari, seharian ini aku tertawa bahagia. Berusaha menenggelamkan segala perasaan ini. Aku rasa aku berhasil. Tetapi? Apa daya? Perasaanku tetap tak bisa kukendalikan. Rasanya dia selalu mau mengacaukan air mata ini yang dari tadi berlomba hendak keluar, tetapi kutarik kutahan agar dia tidak mau menetes ke bumi.

Aku terdiam… mengingat sesuatu yang mungkin menyebabkan perasaan ini.

Tapi kusadari, bukan itu. Kucari, kucari.. dan tetap kucari..

Dari mana perasaan itu?!

Dan tetap tak kuketahui.


Aku ingin menangis.. atas sesuatu yang tidak sedang bersedih.
Aku ingin dengan alasan yang tak kuketahui
Aku ingin menangis, bercucuran air mata, dengan alasan, sesuatu, dan apapun yang berhubungan dengan itu yang bahkan tidak dapat kuperkirakan dan tidak dapat kucari tau. Padahal, ini adalah diriku. Mengapa? Sungguh.. aku sangat tidak tau.

Ataukah..

Mungkin mata, dan segala inderaku memang tidak merasakannya, tidak menyadarinya. Tetapi sebenarnya, aku sedang menangisi apa yang terjadi pada negeri ini? Segala tangisan orang lain dapat kudengar tidak melalui telinga, segala rasa iba yang dapat kulihat bukan dengan kedua bola mataku, segala rasa empati yang hadir bukan dengan indera perasaku. Tetapi hadir dengan segala perasaanku dari hati. Rasa.. ingin menangisi.. apa yang sedang terjadi di Negara ini.

Dimana orang tidak lagi peduli kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.. tetapi mereka justru berusaha berlomba untuk kejayaan mereka sendiri. Dengan menyiksa mereka yang lemah, mengambil hak mereka, bahkan juga “menggunakan” mereka untuk menjadikan mereka alat dimana mereka dapat saling berebut kekuasaan.


Dan mungkin…


Itulah asal muasal tangisan ini.

Tangisan, anak Negri





Ps:
1. mereka yang tidak peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan = mereka yang mampu tapi “belagak miskin” karena mereka bahkan tidak memiliki sebagian harta yang dapat disedeahkan
2. berlomba mencari kejayaan = mereka yang berlomba mencari kebahagiaan dengan kesedihan, dengan mengambil hak orang lain. Dan bahkan sedang menyiksa batin dan fisik mereka yang telah terdzalimi.
3. “menggunakan” mereka sebagai “alat” = mereka yang membujuk banyak orang untuk ikutan menjatuhkan kekuasaan, mereka berkata untuk kejayaan. Padahal, mereka sedang berusaha menjatuhkan kekuasaan untuk kepentingan mereka. Dan andaikan mereka berhasil mereka tetap akan atau semakin menyiksa mereka, yang telah dijadikan “alat” dengan bahkan bayaran uang 100rb? 50rb? Atau bahkan 10rb?


Semoga kalian menjadi orang yang menangisi kepedihan perihnya “mereka yang tersakiti di Negri ini”, bukan menjadi mereka yang mau diperalat. Atau bahkan, mereka yang memperalat.


--kritik dan saran dipersilahkan--

15 comments:

mas kuntet mengatakan...

memang begitu berat menghulurkan tangan memberi bantuan! andai semua orang kaya sob pasti negri ini akan makmur...!

AulÅ› Home mengatakan...

hoho...
baguss

tomo mengatakan...

jadi ikutan sedih gan.
Kenapa mereka tidak mau menolong kepada orang yang butuh pertolongan.
Kunjungan balasanku gan.
Suwun

pakies mengatakan...

begitulah apabila mata telah tertutup oleh kabut kehartaan dan telinga tersumbat nyanyian kekuasaan, akhirnya jalan tak terarah apapun ditabrak dan apapun dimakan tanpa peduli pada sekitar

om rame mengatakan...

yanga dapat menoLong adaLah diri sendiri dan berkat kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

ijin menjadi foLLower di bLog ini, saLam persahabatan.

Butik Bella mengatakan...

Sesungguhnya tidak ada yang bisa merubah nasib kecuali diri kita sendiri dan atas izinNya... Asal ada kemauan pasti ada jalan, walau itu tidak mudah...

Sukses selalu.. salam :)

Saung Web mengatakan...

Tak usah menangi kawan hadapilah segalanya dg senyum.. hehe

btw dah sy follow juga sob

oempak mengatakan...

kerja keras, semangat, pantang menyerah

AkaneD'SiLa mengatakan...

ya jurang antara yang si miskin dan si kaya semakin lebar.. seharusnya kita mempersempit jurang itu bahkan seharusnya kita menghilang jurang itu..

Arya jafarudin mengatakan...

nice posting

dika mengatakan...

sedih sob ;)

nilsyamgustiawan mengatakan...

hmm... semoga kesadaran akan kebersamaan, dan saling berbagi tidak harus menunggu sampai teguran dari yang diatas...

salam kenal...

Bang rachmat mengatakan...

itulah potret negeri kita tercinta INDONESIA yang semakin terpuruk akibat ulah segelintir manusia elite penghuni gunung kekuasaan. tetapi kita jangan berkecil hati, didalam kabut kegelapan ini insya Allah akan muncul setitik cahaya yang akan semakin bersinar seiring jayanya kembali INDONESIA.

soumboy mengatakan...

hikz.hikz..
terharu aku sob dengan tangisannya..

Sukadi's Blog mengatakan...

terkadang menyedihkan kalau melihat kondisi yg seperti itu, memberi terkadang sangat berat... semoga semua segera berubah...

Posting Komentar

Mohon kritik & sarannya yang membangun...
jangan menjatuhkan, ataupun semacamnya.
Terima kasih atas partisipasinya ^^

Related Posts with Thumbnails