Kamis, 26 Agustus 2010

Moral sang buaya (?)

"buaya darat"
"dasar kau memang buaya!"

======
di sisi lain
"teladanilah sang buaya", tertulis di salah satu kertas souvenir pernikahan yang saya dapatkan dari pernikahan sepupu saya, beberapa tahun yang lalu.

Lantas, sebenarnya sikap apa yang harus diteladani dari buaya ini? bukankah, buaya ini adalah bentuk dari "kambing hitam" para manusia yang "kesal dengan pacarnya", "diselingkuhi?", dan lain-lain sebagainya dan seterusnya. (?)

Hei hei.. mengapa kalian begitu menghardik sang buaya tersebut?
Tahukah kalian, bahwa buaya ketika sedang melakukan proses reproduksi, atau sedang melakukan proses "penambahan keturunan" , dia tidak pernah menampakkannya seperti hewan lain.. sebut saja kucing misalnya, yang dapat kita lihat mungkin "kawin dimana saja", atau sebut saja manusia.. yang dengan hebat dan bangganya menampilkan kemesraan di muka publik? melakukan perlakuan-perlakuan yang menuju "zina" dengan bangga dan angkuhnya.
Seekor buaya biasanya jika sedang melakukan proses reproduksi, dan ternyata seketika ada mahluk lain datang dan dapat melihat apa yang akan hendak ia lakukan, maka buaya itu akan mengusirnya sejauh mungkin, setidaknya sampai tidak akan ada mahluk lain yang dapat melihat apa yang akan diperbuatnya.

Jadi, siapa sebenarnya yang lebih baik. Buaya kah?atau tindakan manusia tersebut?
Buaya saja, yang paling sering dihardik manusia dan dikambing hitamkan ternyata masih memiliki malu, memiliki moral yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Lantas, mengapa manusia yang jelas-jelas diciptakan Tuhan dengan hati, pikiran, dan AKAL. tetapi sayang... jarang dari "mereka" yang mau memakainya.


Mengapa?
mengapa kalian tidak mau meneladani bahkan sang buaya tersebut. yang paling sering kalian hardik? yang bahkan ternyata memiliki moral mungkin saja jauh lebih baik dari kalian?



(*ps: kritik dan saran dipersilahkan
++semoga kalian tidak termasuk orang-orang yang moralnya tidak lebih baik dari sang buaya :) setidaknya, mari kita belajar dan meneladani sikap moral baik sang buaya


++link referensi,, [mengenai buaya] *tambahan*

5 comments:

AulÅ› Home mengatakan...

award here...

http://aul-home.blogspot.com/2010/10/2nd-anniversary.html

Fajri Surya Putra mengatakan...

koq buaya jadi sasaran sih...??

om rame mengatakan...

menurut saLah satu suku tertentu (betawi), maLahan buaya dijadikan maskot daLam acara perkawinan adat suku tersebut. (katanya) daLam seumur hidup, buaya hanya akan memiLiki satu pasangan saja.
tapi kenapa buaya seLaLu jadi korban kekejaman pemikiran manusia yah, mungkin karena muLut buaya yang sangat Lebar jadi tercermin demikian. padahaL beLum tentu.

dhini_kakashi mengatakan...

hebat hebat!!! ^u^
buaya trnyata baik yah,
eeh,, dini juga pernah denger lagu
lagu anak anak sih ^^V
"buaya,, juga sayang anaknya, .. "
gitu deh
hehe :)

Arif "rave" Wijayanto mengatakan...

Baru aja kemaren nonton film buaya, eh sekarang baca posting tentang buaya. Kayaknya si buaya lagi demen jadi objek nih, objek perhatian. Hehehe...

Jujur, aku juga bingung. Dari mana asalnya paham tentang buaya, hingga buaya dijadikan perumpamaan orang yang suka selingkuh. Padahal udah jelas kalo buaya tu makhluk yang setia... kasian para lelaki..

Poskan Komentar

Mohon kritik & sarannya yang membangun...
jangan menjatuhkan, ataupun semacamnya.
Terima kasih atas partisipasinya ^^

Related Posts with Thumbnails